Antiklimaks Setelah Menikah

20 02 2010

Setelah pesta pernikahan selesai, pasangan harus kembali ke ‘kehidupan yang sebenarnya’. Saat itulah, terkadang banyak pasangan yang mengalami stres setelah menikah, bahkan tak sedikit pula yang merasa menyesal.

Di antara sumber kemasygulan adalah masalah keuangan. Tak terasa, begitu banyak dana telah dikeluarkan untuk menggelar pesta. Besarnya biaya telah menyedot anggaran yang sebenarnya akan digunakan untuk mencicil rumah, berbulan madu, atau memulai usaha.

Selain uang, pasangan yang baru menikah juga mengalami kelelahan luar biasa. Sebelum pernikahan, seluruh energi digunakan untuk memastikan semua berjalan lancar. Setelah pesta usai, fisik dan emosi terkuras habis.

Secara emosi, tak mudah pula menyesuaikan diri untuk hidup bersama dengan pasangan. Meskipun telah menjalin hubungan pacaran cukup lama, tapi kehidupan setelah menikah jauh berbeda. Peran sebagai suami atau istri belum dapat dijalankan secara sempurna di masa awal pernikahan. Jika sebelum menikah pasangan hanya bertemu di saat-saat terbaiknya, setelah menikah, suami dan istri akan hidup bersama selama 24 jam penuh. Saat itulah, terkadang ada kebiasaan atau sifat asli pasangan yang baru muncul.

Banyak pasangan yang menjalani bulan pertama setelah pernikahan dengan penuh perdebatan. Setiap orang memaksakan segala sesuatu berawal dengan baik, namun terkadang terlalu memaksakan diri. Permasalahan biasanya bersumber karena ketidaksamaan persepsi mengenai harapan akan pernikahan. Saat suami atau istri masih ingin menikmati masa-masa indah bulan madu, pasangannya justru ingin segera kembali bekerja.

Sebelum segala permasalahan memburuk, ada baiknya kembali mendiskusikan segalanya. Masalah-masalah itu sebenarnya sepele saja, namun jika tak segera diselesaikan atau menganggapnya enteng sehingga didiamkan, bukan tidak mungkin masalah kecil akan mengendap dan suatu saat ‘meledak’. Mumpung masih berada dalam masa terindah dalam sebuah pernikahan, permasalahan akan lebih mudah diselesaikan, bukan


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: