Wisata Religi Masjid Agung Jawa Tengah

24 11 2009

SUBHANALLAH! Itulah kata yang terlontar dari mulut saya ketika kali pertama menginjakkan kaki di menara Asmaul Husna yang terletak di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada Sabtu malam (21/6). Di puncak menara ini, pengunjung dapat melihat keindahan kota Semarang pada malam hari. Gemerlap lampu-lampu di tengah kegelapan malam mampu menghidupkan suasana Kota Semarang pada Sabtu malam tersebut. Dari menara ini pula, pengunjung dapat melihat keseluruhan keindahan bangunan Masjid Agung yang diresmikan oleh Presiden SBY pada tanggal 14 November 2006 silam.

Kekaguman atas kenindahan tersebut dilontarkan oleh dua pengunjung dari Purwodadi, Syariah dan Inayah. Mereka mengungkapkan, melihat keindahan Semarang pada malam hari merupakan suatu aktivitas yang menyenangkan, walaupun harus menempuh perjalanan sekitar satu jam dari Purwodadi.

Tiket masuk yang dibanderol tergolong murah. Pengunjung hanya perlu merogoh uang sebesar Rp 4.000, jika berkunjung pada pukul 17.30-21.00. Sedangkan pada pukul 08.00-17.30, harga tiket masuk lebih murah, yaitu Rp 3.000/orang.

Di ruangan lantai 19 menara dilengkapi dengan empat unit teropong yang ditujukan bagi pengunjung yang ingin melihat sisi-sisi Kota Semarang secara dekat. Beberapa pengunjung yang ingin melihat Kota Semarang dari dekat ini terlihat tampak mengeluarkan koin Rp 500 yang dimasukkan ke dalam sebuah kotak di sisi bagian teropong tersebut.

Ya. Saya memang sengaja datang pada malam Minggu. Saya termasuk yang sering berkunjung ke MAJT, namun tidak pada Sabtu malam. Mendengar kabar dari rekan kerja akan keramaian pengunjung MAJT pada Sabtu malam, Saya pun merasa penasaran untuk berkunjung pada malam tersebut.

Sekitar pukul 20.00, kawasan MAJT yang terletak di Medoho, Semarang Timur ini semakin dipadati oleh pengunjung. Area parkir motor terlihat penuh. Demikian pula area bermain anak-anak, halaman sisi kanan dan kiri masjid, serta air mancur yang terletak di depan masjid. Padahal, pengunjung sudah harus meninggalkan MAJT pada pukul 21.00.

Muda-mudi
Tak hanya kalangan keluarga saja yang menghabiskan malam minggu mereka untuk melepaskan kepenatan setelah beraktivitas selama seminggu. Ratusan pasangan muda-mudi pun terlihat saling bertukar cerita di kawasan wisata religi ini.

Dari perbincangan dengan salah seorang tukang parkir MAJT, Handoyo, terungkap bahwa pada malam minggu, jumlah pengunjung MAJT memang membludak. Jika pada malam-malam lainnya pengunjung hanya berkisar 300-400 orang, maka pada malam Minggu bisa mencapai hingga sekitar 1.500 orang. Pengunjung rata-rata berasal dari Kota Semarang dan sekitarnya.

’’Hal ini terlihat dari penuhnya parkir motor yang dapat menampung sekitar 700 sepeda motor. Itu pun semuanya berboncengan,’’ ujarnya.

Selain dimanfaatkan sebagai wisata religi, pengunjung juga bisa berinternet ria. Pasalnya, MAJT ternyata dilengkapi dengan fasilitas Hot Spot. Dua mahasiswa Universitas Sultan Agung (Unissula) Semarang, Ayu dan Tami contohnya, memanfaatkan teras Gedung Pertemuan MAJT untuk mengerjakan tugas kuliah dengan lap topnya.

’’Saya baru tahu kalau di sini ada Hot Spotnya, makanya saya ingin mencoba. Lumayan buat ngisi waktu senggang,’’ kata Ayu yang berdomisili di perumahan Genuk Indah Semarang ini.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: