Wisata Pantai di Kaligung

18 11 2009


Setiap hari, ratusan penumpang berjejal memenuhi kereta Kaligung jurusan Semarang-Tegal. Empat gerbong rasanya belum cukup menampung para komuter ini. Melihat situasi ini, mengapa PT KAI tidak menambah gerbong, atau jadwal keberangkatan kereta?

Sebagai pelanggan Kaligung, saya merasa tidak nyaman kalau setiap kali naik, harus berjejalan dengan ratusan penumpang lainnya.

Memang, menurut peraturan, ada toleransi penambahan penumpang sebanyak 50 persen untuk kereta api kelas ekonomi, dan 20 persen untuk kelas bisnis. Namun hal itu bukanlah sebuah apologi yang melegalkan penambahan penumpang hingga kereta kelebihan beban.

Kaligung, sudah menjadi moda favorit warga Tegal, Pemalang, Pekalongan, dan Semarang yang sering harus menempuh jarak Semarang-Tegal. Dibanding bus, kereta api jauh lebih menarik. Tiket yang cukup murah, Rp 16 ribu (ekonomi) dan Rp 25 ribu (bisnis), Kaligung menjadi pilihan banyak orang. Selain itu, perjalanan menggunakan kereta membutuhkan waktu lebih cepat bila dibanding bus.

Rel kereta yang melewati pantai dari Kendal hingga Batang, juga saat melewati kawasan Pemalang, memiliki poin plus tersendiri. Sering para penumpang kereta sengaja berdiri sejenak untuk memandang pantai yang cukup bersih itu. hampir setengah jam penumpang kereta bisa menikmati keindahan pantai dan mencium aroma laut yang segar.
Memang, semua kereta yang melewati jalur ini akan melewati pantai. Namun karena dipacu dengan kecepatan tinggi, para penumpang tidak akan dapat menikmati keindahannya. Berbeda dengan Kaligung, yang berjalan dengan kecepatan cukup rendah. Jika benar, bukan tidak mungkin kereta penghubung Semarang-Tegal ini akan memberikan kontribusi besar kepada perusahaan.

Meski jarak yang ditempuh tidak seberapa jauh, bukan berarti Kaligung bisa dianaktirikan. Selama ini, kamar kecil di kereta terkesan jorok, kebersihan gerbong juga kurang terjaga.

Perawatan kereta api harus ditangani secara serius. Kedisiplinan petugas membatasi jumlah penumpang juga harus ditegakkan. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, baru ada perbaikan.

Foto oleh Ario Wibisono


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: