Wisata Bagi si ‘Lapar Mata’ di Kota Malang

18 11 2009

Minggu pagi, saat Anda mulai berkeringat usai berjalan-jalan atau berlarian, yang terbayang di benak adalah minuman segar untuk membasahi kerongkongan. Dan jika perut Anda mulai keroncongan, inginnya segera melahap jajanan dipadu teh atau kopi hangat yang murah meriah. Bila itu keinginan Anda, wisata jajanan di Pasar Minggu Kota Malang bisa menjadi rujukan. Pasar Minggu ini memang memuaskan bagi si lapar mata. Pasalnya berbagai kudapan mulai dari jajanan tradisional seperti lepat jagung, gethuk lidri, cenil, lupis, klepon, putu hingga kue ‘modern’ seperti pizza, burger dan cokelat praline tersedia. Bila kudapan itu dirasa kurang ‘nendang’, ada berbagai pecel, sate, siomai, batagor, nasi rames, nasi uduk, kupang dan soto. Untuk pendampingnya, ada berbagai jus, es dan minuman hangat.

Anda tidak perlu takut bila makanan itu tercampur polusi. Pasalnya, pada Minggu pagi, kawasan ini tertutup bagi kendaraan. Semua pengunjung harus memarkirkan kendaraannya dan berjalan kaki mengelilingi pasar dadakan ini.

Bila perut sudah terasa kenyang, Anda bisa mulai berbelanja pernak-pernik. Segala peralatan dapur, alat tulis, sepatu, tas, baju, mata uang kuno, poster, aksesori rambut, boneka dan mainan anak tersedia. Pasar Minggu ini sebenarnya bukan hal baru di Kota Malang. Berawal dari belasan kaki lima yang menggelar dagangannya di samping Stadion Gajayana di dekat Jalan Ijen. Kehadiran pedagang ini dimanfaatkan warga Kota Malang untuk melepaskan kepenatannya usai berolah raga.

Lambat laun jumlah pedagang meningkat dan tidak hanya berkutat di urusan perut. Pedagang suvenir pun mulai berdatangan. Akibatnya, sebelah Stadion itu menjadi pasar dadakan. Orang-orang kemudian menyebutnya Pasar Minggu sebab pasar kagetan ini hanya buka Hari Minggu mulai jam 06.00 hingga sekitar pukul 10.00.
Belakangan jumlah dagangan semakin beragam, jumlah pedagang pun mencapai ratusan. Pasar Minggu telah menjadi salah satu ikon yang perlu dikunjungi bila bertandang ke Kota Malang.

Namun, beberapa bulan ini Pasar Minggu ini harus rela digusur demi alasan pembangunan sebuah mal di Stadion. Selama kurang lebih tujuh tahun para pedagang telah mendiami area di samping Stadion, kini mereka harus puas berdagang di Jalan Panggung, beberapa blok dari lokasi semula. Dibandingkan lokasi semula, kawasan ini kurang strategis. Namun untunglah animo pengunjung tidak berkurang dan semoga janji pemerintah untuk mengembalikan mereka ke lokasi semula tidak omong belaka.


Aksi

Information

2 responses

18 11 2009
jasadh

kirain “lapar mata’ gan..hehehehehee
salam kenal

19 11 2009
waspish

wah… malang city kmpg halaman tercinta, smkn rame aja. klo balik k tempat lama sepertinya uda g mgkn lg sebab sarana olahraganya uda dempet2an pasca pembangunan mall klo dtambah pedagang lg tmbh g muat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: