Port Stephen, Hamparan Pasir Maha Indah

18 11 2009

Melakukan perjalanan bersama keluarga dan teman-teman merupakan suatu hal yang sangat mengasyikkan. Terlebih apabila medan jalan yang dilalui tidak biasa, kali ini berupa hamparan pasir yang hanya dapat dilalui dengan mobil 4 Wheel drive. Beberapa waktu lalu, penulis bersama beberapa rekan menuju Port Stephen di daerah bawah New Castle, sebuah kota yang terletak sekitar 248 kilometer dari kota Sydney, Australia. Sebuah pengalaman yang luar biasa.

Perjalanan dimulai sekitar pukul enam pagi, saat semua teman telah berkumpul dan semua perlengkapan siap. Kami sengaja tak menempuh jalur pariwisata biasa, tetapi mencari rute sesuka hati. Tak perlu khawatir tersesat, karena semua petunjuk arah di Australia ini sangat jelas.

Kami melewati Harbour Bridge yang terkenal itu, jembatan besar yang menghubungkan Circular Quay dengan Milson Point. Tepat di bawah jembatan itu, tampak kapal pesiar Queen Elisabeth tengah berlabuh. Kapal pesiar yang masyhur dengan kemewahannya hingga acap disebut sebagai hotel terapung itu sedang melakukan perjalanan ke Dubai melewati Sidney.

Suasana sejuk dan udara yang cerah membuat kami sangat menikmati petualangan ini. Rute perjalanan terus berlanjut menuju Pasific Highway, sebuah jalan yang menghubungkan kota Sydney dengan beberapa daerah pinggiran seperti Chastwood, Killara, dan Pymble.

Selanjutnya kami menempuh jalan superlebar yang disebut Inter State M 1. Jalan ini memiliki empat lajur di setiap sisinya, sehingga dapat dilalui delapan mobil sekaligus dari dua arah.

Setelah menempuh 45 menit perjalanan, kami beristirahat sejenak di Australian Reptile Park. Dengan tiket masuk sebesar 22,5 dolar Australia, kami cukup puas dapat menikmati berbagai koleksi reptil mulai dari kadal, komodo hingga buaya.

Perjalanan kami lanjutkan menuju Port Stephen. Meski jarak yang kami tempuh cukup jauh, membutuhkan waktu sekitar tiga setengah jam perjalanan, namun kami sangat menikmatinya. Bercanda bergurau dan tertawa menjadi penawar lelah kami.

Akhirnya, sampailah kami di Nelson Bay. Di pantai yang bersih ini kami dapat menikmati pesona lumba-lumba dan ikan paus. Hujan deras sempat membuat kami panik, tapi untunglah hujan segera reda, sehingga kami dapat kembali menikmati suasana.

Terlihat sekelompok lumba lumba melompat bebas di sekitar kapal kami. Dan yang paling menyenangkan, saat kami melihat ikan paus yang sangat besar melompat dan menyemburkan air dari bagian atas tubuhnya. Wow, benar-benar fantastis!

Puas menikmati pesona laut, kami bergegas menuju Port Stephen. Inilah bagian yang paling mengasyikkan, perjalanan mengarungi lautan pasir. Mobil 4 Wheel Drive yang kami tumpangi beraksi menyusuri bibir pantai yang memanjang.

Dan inilah akhir dari perjalanan panjang dan melelahkan kami. Di Port Stephen, kami menikmati hamparan dan gundukan pasir yang sangat luas menyerupai gurun. Sand boarding menjadi permainan yang paling mengasyikkan. Permainan ini mirip dengan surf boarding, hanya bedanya, medan yang digunakan berbeda. Papan sand boarding diluncurkan dari ketingian 25 meter di gundukan pasir yang sangat curam, dengan kemiringan sekitar 80 derajat. Wah…

Setelah puas bermain, kami pulang kembali ke apartemen di Sidney. Setelah ini, kami berencana kembali melakukan perjalanan mengelilingi Benua Australia.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: