Teknik Baru Pembedahan tanpa Bekas Luka

15 11 2009

DUNIA kedokteran di Singapura selangkah lebih maju lagi, setelah ara dokter di National University Hospital (NUH) mengembangkan teknik baru pembedahan pada pasien yang harus menjalani pembedahan untuk mengatasi penyakit yang dideritanya.

Adalah Dr Stephen Chang, konsultan di departemen bedah NUH, yang terus mengembangkan teknik baru ini. Dia berangkat dari satu kenyataan bahwa anak-anak muda yang harus menjalani pembedahan di rumah sakit itu.

Menurut Chang, anak-anak muda memiliki kekhawatiran tinggi terhadap bekas luka pascaoperasi. Oleh karena itu, ketika dia bersama timnya mengembangkan teknik bedah minimalis ini, banyak pasien muda tertarik untuk ditangani dengan metode tersebut.

Teknik baru pembedahan ini tidak meninggalkan bekas luka sayatan memanjang. Di saat operasi dokter hanya membuat satu lubang sepanjang 2 cm, tepat di pusar pasien.

Satu sisi lubang digunakan untuk memasukkan sebuah kamera dan sisilainnya untuk memasukkan bebarapa alat bedah yang cukup kecil.

Para dokter yang melakukan operasi kemudian memantau jalannya operasi melalui layar komputer yang telah tersambung dengan kamera supermini di dalam perut pasien.
Kekurangan Namun metode pembedahan satu lubang ini masih memiliki satu kekurangan, yakni bi-aya yang lebih mahal daripada operasi biasa. Kelebihannya, tidak meninggalkan luka sayatan memanjang dan rasa sakit terkurangi.

Meskipun masih cukup mahal biayanya, kata Chang, program yang dikembangkan se-menjak April 2009 lalu, terus mendapat perhatian para dokter di sana. Sebab, setidak-nya teknik baru ini akan menjadi awal dari sejarah pembedahan minimal di dunia.

Chang sendiri meyakinkan bahwa belum ada negara lain yang menggunakan teknik ini untuk operasi besar, bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun.

Sejak tujuh bulan lalu, para dokter di NUH telah melakukan 20 operasi menggunakan teknik ini. Kebanyakan yang mereka tangani adalah pasien dengan kasus batu empedu, tumor perut, radang usus buntu dan hernia.

Salah satu pasien kasus batu empedu, Maggie Yeoh mengatakan, dia menderita sakit pinggang berat selama beberapa bulan. Setelah melakukan rontgent kemudian diketahui bahwa ada sepuluh batu di empedunya.

Karena takut operasi, Yeoh lalu melakukan penelitian di internet dan berdiskusi dengan dokternya tentang pilihan pengobatan. Dia lalu dia memilih untuk melakukan pembedahan satu lubang dengan pertimbangan sedikit bekas luka.

Untuk menangani Yeoh, dokter memasukkan jarum melewati dinding perut untuk mengangkat empedunya.

Dokter membuat lubang pada pusar dan dari situ dimasukkan sebuah kamera serta dua peralatan operasi. Satu alat untuk memotong empedu dan satu lainnya sebagai alat bantu.

Pembedahan terhadap Yeoh dilakukan pagi hari dan dia terbangun beberapa jam sesudah pembedahan.

‘’Saya tidak sadar karena pembiusan selama operasi dan hampir tidak merasa sakit setelah pembedahan. Bahkan saya segera memberitahu teman-teman saya setelah pembedahan,’’ kata eksekutif berusia 28 tahun itu.

Pembedahan satu lubang akan lebih mahal dibandingkan pembedahan minimal dengan metode lama. Hal ini dikarenakan pembedahan selalu menggunakan peralatan baru untuk setiap prosedur pada setiap pasien.

Pemulihan dan lama pembedahan memakan waktu yang sama dengan cara lam, yakni sekitar satu jam. Namun, kata Chang, metode ini lebih sulit dibandingkan dengan pembedahan biasa, karena dengan satu lubang ruang gerak tangan ahli bedah menjadi terbatas.

Sisi baiknya, hanya satu lubang untuk penyembuhan dan mengurangi rasa sakit. Sisi buruknya, harga relatif lebih tinggi. (Merry S-23)


Aksi

Information

One response

18 11 2009
Saung Web

Syukurlah.. semoga aja ilmunya akan menular ke dokter2 Indonesia ya.. btw makasih atas kunjungannya n sukses selalu.. postingannya bagus2 nih..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: