Bambu Rejeki, si Cantik Pembawa Hoki

8 11 2009

Bambu rejeki kini menjadi incaran sejumlah kolektor tanaman hias. Sebagian karena memang mengagumi sosoknya yang cantik, bahkan mudah dibentuk, tetapi sebagian lagi terpikat oleh kepercayaan bahwa dia merupakan lucky bamboo (bambu keberuntungan).

TERLEPAS dari kepercayaan komunitas tertentu, bambu rejeki (Dracaena sanderiana Sander ex Mast.) memang sangat cantik. Apalagi jika dijadikan tanaman indoor, sebagai penyejuk suasana di ruang tamu.

Sebagai tanaman indoor, bambu rejeki dalam pot bukan hanya terlihat cantik ketika ditaruh di atas meja tamu. Kalau Anda menempatkannya dalam sudut-sudut ruang tamu pun, kecantikan tanaman ini tak akan berkurang.

Yang menarik, batang tanaman ini tidak berkayu, sehingga Anda dapat membentuknya menjadi berbagai pola, seperti kepang, keranjang, menara, piramida, nanas, naga, dan sebagainya.

Bambu rejeki termasuk dalam famili Dracaenaceae, sehingga mempunyai hubungan kekerabatan dengan tanaman kipas naga (Dracaena kristata), bambu jepang, dan sri gading.

Di alam bebas, bambu rejeki bisa tumbuh hingga setinggi 150 cm. Panjang daunnya 15-25 cm, tapi lebar daunnya cuma 1,5-4 cm. Jika dijadikan tanaman indoor, Anda harus rajin memangkasnya agar tanaman tidak terlalu tinggi.

Tanaman ini berasal dari Kamerun, tumbuh dalam semak dengan batang ramping dan lentur, dengan daun yang memanjang.

Kemudian mulai dibudidayakan masyarakat China dan Jepang, bahkan mulai dibentuk menjadi pola-pola yang menarik.
Perawatan Mudah Bahkan sebagian besar masyarakat Jepang dan China memercayai kalau bambu rejeki merupakan flora pembawa hoki (keberuntungan). Itu sebabnya, nama popular bambu rejeki di dunia internasional adalah lucky bamboo.

Terlepas dari kepercayaan itu, Anda juga bisa memeroleh rejeki atau keberuntungan finansial jika mampu menangkarkan tanaman ini, membentuknya menjadi pola-pola menarik, kemudian menjualnya ke kolektor-kolektor tanaman hias.

Selain cantik, tanaman ini juga gampang dalam perawatannya. Tangkainya yang tangguh dapat bertahan hidup dalam pot atau vas berisi air. Namun, jangan terlalu sering disiram karena dapat membuat tanaman mudah busuk.

Media tanam bisa berupa air (hidroponik), tetapi bisa juga tanah, termasuk dalam pot. Bambu rejeki amat adaptatif terhadap berbagai kondisi pencahayaan.

Biasanya tanaman akan mati jika berada dalam ruang yang gelap secara terus-menerus. Bambu rejeki masih dapat bertahan lebih lama dalam keadaan gelap secara nonstop, meski akhirnya mati juga.

Meski demikian, bambu rejeki lebih baik jika dipelihara dalam kondisi cahaya terang dengan sinar mentari secara tidak langsung.

Penyinaran alam secara langsung bisa membuat daun-daunnya mengering. Oleh sebab itu, menjadikannya sebagai tanaman indoor merupakan solusi terbaik.
Sensitif Jika ingin membeli tanaman, atau setidaknya bibit tanaman yang masih muda, perhatikan dulu bagian akar bambu rejeki. Tanaman yang sehat memiliki akar berwarna merah.

Jika vas yang digunakan pedagang ini terbuat dari kaca/gelas, maka warna kemerahan akan terlihat nyata.

Anda dapat menanam bambu rejeki secara hidroponik maupun semihidroponik. Jika menggunakan sistem hidroponik, maka pupuk cair diberikan setiap dua bulan sekali. Pupuk ini mudah diperoleh di sejumlah toko tanaman hias atau nursery.

Jika menggunakan sistem semihidroponik, maka vas/pot diisi bebatuan kecil, lalu diisi dengan air setinggi 2,5 cm (1 inci).

Yang perlu diperhatikan, tanaman ini sensitif terhadap air yang mengandung bahan kimia seperti kaporit dan klorin.

Karena itu, disarankan menggunakan air murni (aquadest distilata). Endapkan air murni selama 24 jam, setelah itu baru dimasukkan ke dalam pot / vas. Penggantian air dalam pot / vas dilakukan seminggu sekali.

Mengenai temperatur udara, bambu rejeki nampaknya tidak memiliki masalah dengan iklim di Indonesia.

Sebab tanaman ini memerlukan suhu udara sekitar 18,5 hingga 32 derajat Celcius. Jadi, suhu kamar pun berada dalam kisaran tersebut.

Yang penting, jangan menempatkan tanaman di mesin pendingin udara (AC). Dengan perawatan telaten, bambu rejeki benar-benar bisa membawa hoki bagi penangkar dan/atau penjualnya. (Amanah-32)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: