Vanili, Varietas Anggrek yang Bisa Dimakan

6 11 2009

ORANG Aztek menyebut tanaman vanili sebagai tlilxochitl yang berarti bunga hitam, sesuai dengan warna buahnya setelah diproses. Mereka menggunakan vanili untuk memberi rasa pada minuman yang terbuat dari cacao, yakni xocoatl atau cokelat.

Montezuma, kaisar Aztek dari Meksiko, konon menyuguhkan minuman itu kepada penakluk dari Spanyol, Hernan Cortes pada tahun 1520. Cortes kemudian memperkenalkan biji kakao dan vanili ke Eropa.

Minuman cokelat panas rasa vanili kemudian sangat popular di istana-istana Eropa, tetapi baru pada tahun 1602, Hugh Morgan, apoteker Ratu Elizabeth I menyarankan penggunaan vanili untuk menambah rasa atau aroma. Kemudian pada tahun 1700-an, vanili mulai digunakan dalam minuman beralkohol, tembakau dan parfum.

Akan tetapi, lama sebelum munculnya imperium Aztek, orang Indian Totonak dari Veracruz, Meksiko, telah menanam, memanen dan memproses buah vanili.

Oleh karena itu, boleh dikatakan vanili merupakan tanaman asli Amerika Tengah.

Baru padal awal tahun 1800-an, tanaman tersebut dibawa ke Eropa untuk dibudidayakan dan dari sana kemudian dibawa ke pulau-pulau di Samudera Hindia.

Namun upaya para hortikulturis untuk mengasilkan buah dari tanaman ini sebagian besar tidak berhasil, karena tidak ada penyerbuk alaminya, lebah dari genus Melipona.

Maka, Meksiko kemudian tetap memonopoli perdagangan vanili dari abad ke-16 hingga abad ke-19. Pada tahun 1841, Edmond Albius, seorang yang pernah menjadi budak di Pulau Reunion milik Prancis, menyempurnakan metode praktis untuk penyerbukan bunga dengan tangan, sehingga tanaman itu dapat berbuah.

Sejak itu, budidaya komersial tanaman tersebut berkembang di negara-negara Eropa. Dan, hingga sekarang pulau-pulau bekas jajahan Prancis, seperti Reunion, Komoro dan Madagaskar, dikenal sebagai penghasil vanili terbesar di dunia.
Budidaya Vanili Vanili sebenarnya adaah buah dari tanaman sejenis Anggrek. Dari 20.000 lebih varietas Anggrek, vanili adalah satu-satunya yang menghasilkan sesuatu yang bisa dimakan.

Tanaman ini merupakan jenis tanaman rambat yang membutuhkan semacam penyangga dan sedikit peneduh. Di alam liar, tanaman ini biasanya merambat pada pepohonan di hutan-hutan basah tropis dataran rendah.

Di Meksiko, perkebunan tradisional menggunakan menggunakan tanaman-tanaman asli seperti pichoco sebagai penyangga. Tetapi belum lama ini, pohon jeruk cukup berhasil untuk digunakan sebagai penyangga tanaman tersebut.

Anggrek vanili menghasilkan bunga berwarna kuning kehijauan yang tampak seperti berlilin dan tumbuh dalam gugusan-gugusan. Setiap bunga hanya mekar sehari setahun selama beberapa jam saja.

Orang-orang Indian Totonak dikenal sebagai orang-orang yang sangat hati-hati menyerbuki tanaman itu.

Mereka hanya menyerbuki beberepa bunga dalam setiap gugusan, sehingga energi tanaman tidak terkuras, yang dapat melemahkannya dan membuatnya mudah terserang hama tanaman.

Dengan cara yang dilakukan orang Indian itu, hasilnya sangat bagus, berupa buah panjang berwarna hijau dan berisi biji-biji yang sangat kecil. Buah itu dipanen dengan tangan, dari enam hingga sembilan bulan kemudian, sebelum benar-benar matang.
Proses Pengeringan Yang menarik, buah vanili segar tidak memiliki aroma atau rasa. Untuk mendapatkan rasa dan aroma harus melalui sebuah proses pengeringan ekstensif. Setelah proses tersebut dilalui, buah vanili baru mengeluarkan vanillin dengan aroma harum dan rasa yang khas.

Proses ini dan penyerbukannya secara manual yang cukup rumit menjadikan tanaman ini sebagai salah satu komoditas rempah termahal.

Di Meksiko, proses pengeringan tradisonal mencakup menyebarkan buah buah pada selimut gelap di bawah sinar matahari untuk pengeringan awal. Namun, dewasa ini, oven lebih banyak digunakan untuk pengeringan awal tersebut.

Vanili kemudian dimasukkan ke dalam kotak-kotak khusus yang dibungkus selimut dan esteras atau kain tebal, supaya cairannya keluar. Selanjutnya vanili dijemur selama beberapa hari sampai buah tersebut berwarna cokelat tua.

Setelah itu, kemudian disimpan dalam kota-kotak atau diletakkan di atas kertas berlilin sehingga perlahan-lahan mongering pada temperatur ruangan selama kira-kira 45 hari.

Buah tersebut kemudian disimpan dalam kontainer tertutup selama tiga bulan agar seluruh aromanya keluar. Dengan demikian, memproduksi vanili merupakan pekerjaan yang membutuhkan banyak tenaga dan biaya.
Alami atau Buatan ?

Di era modern ini muncul vanili tiruan yang diproduksi secara sintetis dari produk sampingan bubur kayu. Dan anda mungkin terkejut sewaktu membaca label produk yang katanya terbuat dari vanili.

Di Amerika Serikat misalnya, dikenal produk es krim berlabel ’’vanilla’’. Es krim tersebut memang dibuat dari ekstrak vanili murni atau buah vanili. Tetapi kandungan vanili pada es krim berlabel vanili flavored tersebut kurang lebih hanya 42 persen dan sisanya berupa perasa buatan.

Sedangkan es krim yang berlabel artificially flavored, seratus persen berisi perasa tiruan.
Namun, seperti kata para ahli makanan dan minuman, tetap tidak ada yang dapat menandingi rasa vanili yang tulen.

Meskipun Meksiko bukan lagi penghasil utama vanili, karena produksinya terganggu oleh faktor-faktor penghancur seperti hutan hujan di pesisir dan banjir, negeri ini masih memiliki harta yang sangat berharga, yakni genetis vanili.

Vanili Meksiko masih diakui sebagai yang terunggul dalam hal aroma dan rasa. Para wisatawanpun sependapat, karena ketika mengunjungi Meksiko mereka tidak melewatkan kesempatan untuk berbelanja ekstrak vanili alami dengan harga terjangkau.

Dan jika suatu saat Anda makan es krim yang terbuat dari vanili alami, bayangkanlah sejarahnya yang panjang dan proses pengerjaannya yang cukup rumit. (Sedarlah-23)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: