Tanaman dalam Buaian Fengshui

4 11 2009

TAK bisa dimungkiri, beberapa flora dan fauna kerap dipercaya bisa memengaruhi keberuntungan (hoki) atau rejeki pemiliknya. Misalnya arwana untuk fauna dan bambu rejeki untuk flora.
Dalam konteks agama, khususnya Islam, hal ini jelas tidak dapat dibenarkan.

Tapi kepercayaan sebagian masyarakat, atau komunitas tertentu, juga tak boleh dikebiri begitu saja.
Maka, sebagai jalan tengah, bagi yang tidak memercayai setidaknya mengetahui jalan pikiran masyarakat yang memercayainya.

Teguh Senoadji, pakar fengshui yang mukim di Jakarta, mengatakan bahwa tanaman —apapun jenisnya— sangat bagus jika dipadukan dengan beton (bangunan rumah).

’’Secara klasik dapat digambarkan bahwa perpaduan itu berupa keseimbangan antara unsur yin dan yang, guna menjaga keselarasan hidup,’’ jelas Teguh. Perpaduan yin dan yang akan berdampak positif bagi yang mempraktikkannya. Hal ini dapat terjadi karena sinergi dari keduanya bisa menimbulkan chi (hawa yang bagus).

Unsur yang bisa diidentikkan dengan unsur yang keras (panas), dalam hal ini bangunan. Adapun unsur yin bersifat sebaliknya, lembut atau dingin, dalam hal ini bambu rejeki ini. Maka menaruh pot bambu rejeki di ruang keluarga, misalnya, bisa membawa hal baik bagi keluarga tersebut. Sebaiknya pot ini diletakkan dekat jendela.

Menurut Teguh, jika sebuah areal memiliki unsur yang terlalu berlebihan, tanpa diimbangi dengan unsur yin, hal ini akan berpengaruh kepada para penghuninya. Tetapi dominasi unsur yin terhadap yang juga tidak baik, jadi harus serasi.

’’Logikanya jika kita memasuki rumah dengan pemandangan serasi, di mana terdapat taman di sekitarnya, pasti akan membawa kedamaian bagi siapapun sebelum memasuki rumah itu,’’ tambahnya. Dan, penghuni rumah adalah orang-orang yang paling kerap melihat dan melewatinya.

Kalau tidak tersedia lahan yang cukup untuk membuat taman, maka pemeliharaan tanaman dalam pot pun bisa dilakukan sebagai alternatif menghadirkan chi. Dalam konteks inilah, bambu rejeki yang dapat dipelihara dalam pot/vas bisa dijadikan solusi.

Dalam bahasa universal alias lintasagama dan lintaskepercayaan, keberadaan bambu rejeki dalam rumah tentu akan menghadirkan suasana kesejukan dan keasrian tersendiri. Apalagi jika Anda bisa membentuk tanaman ini menjadi aneka pola menarik.

Dalam suasana sejuk, asri, dan kepuasan batin sebagai buah dari hobinya, maka jiwa dan pikiran pemilik tanaman tentu menjadi positif. Dalam jiwa dan pikiran positif, seseorang bisa beraktivitas secara positif pula.

Suasana ini dapat terbawa sampai di luar rumah, ketika mencari nafkah untuk keluarga. Mitra kerja yang datang ke rumah pun akan ’’tersugesti’’ oleh suasana serupa, sehingga mau menjalin kerja sama dengan sahibul bait. Wah, masuk akal juga ya… (Amanah-32)


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: