Mengubah Limbah Menjadi Speaker

4 11 2009

TEKNOLOGI pengolahan sampah sudah lama dikenal, bahkan juga telah dipraktikkan sejumlah pemerintah daerah di Indonesia. Teknologi daurulang sampah pun sudah banyak dikerjakan, bahkan bisa merekrut banyak tenaga kerja.

Selama ini, yang sering kita jumpai adalah teknologi sederhana pengolahan limbah kertas menjadi bubur kertas atau kertas daurulang, plastik, atau kompos (limbah organik).

Kreasi TerraCycle nampaknya perlu ditiru para pelaku bisnis olah-sampah. Perusahaan terkenal di New Jersey, AS, ini memang tak menangani limbah organik, melainkan eks kemasan produk makanan ringan.

Sampah kemasan ini diseleksi, kemudian didaurulang, dan dijadikan bahan baku untuk membuat sebuah audio player yang dilengkapi dengan speaker cantik.
Nilai Tambah Perusahaan ini menggunakan kemasan dari beberapa merek makanan ringan, mulai dari Cheetos, Frito-Lay, Doritos, Oreo, Chips Ahoy, dan sebagainya. Sebagian merek itu juga beredar di Indonesia. Bahkan tidak sedikit pula makanan ringan produksi lokal.

Artinya, potensi limbah kemasan makanan ringan di Indonesia sangat besar. Jika tak dimanfaatkan bisa mencemari lingkungan, karena bahan kemasan ini sulit diurai. Sebaliknya, kalau dimanfaatkan justru bisa memberi nilai tambah bagi pembuatnya.

Belum lama ini, TerraCycle meluncurkan produk speaker cantik terbaru yang berasal dari bekas kemasan Doritos dan Cheetos. Speaker keren ini juga sangat fungsional, tak kalah dari speaker-speaker buatan pabrikan terkenal.

Sebelumnya, TerraCycle juga telah berhasil membuat speaker dari bekas kemasan Frito-Lay. Speake ini berukuran 3,5 mm, dilengkapi dengan universal plug.

Untuk memasarkan produk-produk uniknya, TerraCycle memanfaatkan situsnya (http://www.terracycle.com), serta aktif beriklan di Radio Shack. Harga yang ditawarkan rata-rata terjangkau, bahkan ada yang hanya seharga 19,99 dolar AS (sekitar Rp 200.000) saja.
100 Jenis TerraCycle, yang dikomandani Princeton dan Tom Szaky, saat ini telah menghasilkan dan mendaurulang lebih dari 100 jenis produk. Semuanya berasal dari sampah kemasan makanan ringan yang tidak terpakai lagi.

Selain speaker, perusahaan ini juga membuat tas. Nah, kalau yang satu ini, beberapa perajin di Indonesia sudah mempraktikkannya.

TerraCycle, misalnya, membuat tas cantik dan unik dengan bahan eks kemasan minuman Capri Sun. Ada lagi tempat pensil yang terbuat dari eks kemasan Chips Ahoy. Bahkan layang-layang cantik dari kemasan Oreo pun mengundang decak kagum pelanggannya.

Semoga apa yang telah dilakukan TerraCycle, meskipun sebagian diantaranya juga dijumpai di negeri ini, dapat menginspirasi pelaku industri kreatif di Indonesia.

Apalagi, asal tahu saja, sebagian keuntungan dari usaha ini disumbangkan untuk berbagai lembaga sosial yang membutuhkan dana. (Sriyati-32)


Aksi

Information

One response

5 11 2009
Razka

Mantabs gan..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: