Jagung Manis yang Menggoda

4 11 2009

Ibarat perempuan, jagung manis kini sedang menjadi primadona di kelasnya. Ia menggoda para petani di Indonesia, karena beberapa keunggulannya, terutama kandungan gizinya yang tinggi serta rendah lemak, bebas kolesterol, dan aman bagi penderita diabetes.

KALAU Anda dolan ke sejumlah mal di berbagai kota besar, biasanya terdapat sebuah gerai yang khusus menyediakan jagung manis dalam cup. Ibu-ibu juga kerap melihat jagung manis pipilan yang sudah kering di gerai sayuran.

Dalam tayangan di salah satu televisi swasta, belum lama ini, seorang petani di Cianjur bahkan membuka kebun jagung manisnya untuk agrowisata. Pengunjung bisa memanen sendiri jagung itu, dan memakannya dalam keadaan mentah.

’’Aromanya harum. Hebatnya lagi, jagung ini dapat dikonsumsi langsung tanpa harus dimasak,’’ kata salah seorang pengunjung di agrowisata sederhana itu.

Cerita hebat mengenai jagung manis belum selesai sampai di sini. Beberapa produk jagung manis dalam kaleng (canned sweet corn) juga mulai beredar di kota-kota besar.

Sebagian besar produk impor. Produk ini bisa diolah sebagai campuran sayuran, sup, dicampur dengan susu atau cokelat, dan lain-lain.
Lebih Bergizi Menurut ahli gizi dokter Samuel Oetoro SpGK, kandungan gizi jagung manis lebih tinggi daripada jagung biasa. Bahkan bisa dijadikan alternatif pengganti nasi.

Mengonsumi dua jagung manis rebus, atau sekitar 1,5 gelas, setara dengan mengonsumsi 3/4 gelas nasi. Keduanya sama-sama mengandung 170 kalori. Sebab setiap bonggol jagung rebus seberat 250 gram (gr) mengandung 90,2 kalori.

Yang lebih hebat lagi, kata Samuel, jagung manis juga cukup aman bagi para penderita diabetes, karena kandungan gulanya bukan berupa glukosa, melainkan fruktosa.

Fruktosa adalah sejenis polimer gula atau sering disebut sebagai gula buah. Penderita diabetes pun boleh mengonsumsinya.

Mengapa? Sebab, fruktosa merupakan gula kompleks yang tidak langsung dicerna oleh alat pencernaan manusia, tetapi diolah terlebih dulu menjadi gula sederhana.

Sebelum fruktosa tercerna, biasanya sudah terbuang bersama urine, sehingga tidak terserap oleh tubuh. ’’Tingkat kemanisan jagung manis sekitar 16-18 brix, mendekati kadar tebu gula yang 19 brix. Sementara jagung lokal hanya 9-11 brix.

Berdasarkan penelitian, jagung manis secara keseluruhan juga mempunyai nilai nutrisi yang lebih tinggi daripada jagung biasa (lihat tabel), bebas kolesterol, tidak mengandung zat aditif, serta memiliki kandungan air lebih tinggi.
Gerai Jagung Laris-manis jagung manis di pasaran ini pula yang menginspirasi sejumlah pengusaha di Indonesia untuk membuka usaha jagung manis rebus dengan aneka citarasa, mulai dari keju, mentega, saus tomat, saus sambal, dan sebagainya.

Ada yang menerapkan konsep waralaba (franchise), ada juga yang nonwaralaba tetapi kerja sama penjualan. Konsep yang disebut terakhir ini banyak diminati, karena tak dipungut franchise fee dan royalty fee.

Ada beberapa perusahaan yang menawarkan konsep menarik tersebut. Misalnya Daily Fresh Cup dengan merek Daily Fresh, dan PT dan PT Anvic Multi Bisnis yang mengusung label Fresh Corn.

Keduanya sama-sama menawarkan pola kerja sama yang sederhana. ’’Pola kerja samanya mirip proses dagang atau jual-beli biasa,’’ ujar Andy Christoper, direktur Anvic Multi Bisnis.
Dalam kerja sama itu, Daily Fresh dan Anvic menjadi pemasok jagung manis. Mereka menjual jagung manis seharga Rp 18.000 – Rp 27.000 per kilogram.

Sedangkan para agen menjual jagung ke konsumen dalam bentuk jagung manis matang. “Jadi, ini bukan waralaba,’’ tandas David Basuki, managing director Daily Fresh Indonesia.

Meski demikian, untuk keseragaman produk dan pelayanan, perusahaan pemasok ini tetap menentukan beberapa persyaratan yang harus dipatuhi setiap agen. Misalnya, agen tak boleh membeli jagung manis dari perusahaan lain.

Bahkan mencampurnya dengan jagung manis yang lain pun tak boleh. Jika ketahuan bisa dicabut izinnya. Sebab tingkat kemanisan dan citarasanya sudah dibuat standar, dan menjadi rusak jika dicampur dengan jagung manis produksi perusahaan lain.

Harga di tingkat konsumen memang bervariasi, tergantung citarasa yang ditambahkan, tetapi rata-rata Rp 6.000 per cup. Dengan permintaan yang terus meningkat, banyak agen yang menuai sukses.

Agus Santosa, agen Daily Fresh yang membuka enam gerai di Yogyakarta dan satu di Solo, bisa menjual 1.000 kg jagung manis per bulan.

Jika setiap kilogram bisa dijual dalam 10 cup, berarti setiap bulan dapat menjual 10.000 cup, dengan omzet mencapai Rp 60 juta per bulan.

Ema Holiza yang memiliki tiga gerai di Jakarta dan satu di Lampung bahkan memiliki omzet mencapai Rp 72 juta per bulan. ’’Padahal, modal awal untuk membuka setiap gerai hanya delapan juta rupiah,’’ ujarnya. Begitu menggoda, bukan? (Amanah-32)


Aksi

Information

One response

24 11 2010
taty

mohon kirim kami cara,beaya modalnya ,brosur .saya berminat jualan di denpasar atw sms ke 081558922250

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: